Sekarang, apa hubungannya dengan judul di atas???. Tentu ada.
Konsep limit digunakan untuk menjelaskan sifat dari suatu fungsi, saat argumen mendekati ke suatu titik, atau tak hingga; atau sifat dari suatu barisan saat indeks mendekati tak hingga. Sederhananya, Limit menjelaskan nilai suatu fungsi pada nilai input tertentu dengan hasil dari input terdekat.
Diformulakan sebagai berikut:
(silahkan masukkan ke dalam contoh anda sendiri)Sekarang bayangkan anda seorang pelari yang sedang latihan di sebuah arena lari. Jarak tempuh yang akan anda lalui adalah tepat 100 m (0 m sampai 100 m). Anda mulai bergerak dari titik 0 m kemudian 0.1 m, 0.2 m, dan seterusnya sampai anda mencapai titik 100 m. Namun, jika anda mencoba menerapkan teori limit dalam hal ini, maka sesungguhnya anda tidak akan pernah menyelesaikan latihan lari anda sampai titik 100 m. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi?. Setelah anda membaca paragraf awal tadi, anda akan lebih mudah mengerti dengan analogi ini. Jika jarak 100 m kita bagi 2 maka jarak yang anda tempuh adalah 50 m sebanyak 2 kali. Kemudian yang 50 m tadi kita bagi 2 lagi maka hasilnya 25 m (artinya untuk mencapai 100 m anda akan melakukannya 4 kali). Selanjutnya 25 m dibagi 2 menjadi 14.5 m, 14.5 m dibagi 2 menjadi 7.25 m, demikian seterusnya hasil dari pembagian sebelumnya anda bagi dua lagi. Dari teori limit maka nilai yang akan anda bagi tidak akan pernah selesai. Artinya berlaku nilai tak hingga. Nah, disini anda akan mulai menemui titik terang, bahwa pembagian anda tidak akan pernah berhingga sampai penjumlahan dari hasil pembagian tersebut mencapai 100. Olehkarena itu dari sudut pandah teori limit, kita sesungguhnya tidak pernah mencapai titik 100 (atau berapapun) di dalam latihan atau pertandingan.
0 comments:
Post a Comment